Menjadi pembaca yang baik

Membaca bukan sebuah kompetisi yang mengharuskan kita membaca sekian buku dalam satu bulan, atau satu tahun.

Banyaknya buku yang dibaca tidak berpengaruh apakah kita akan menjadi pembaca yang berkualitas atau tidak.

Yang penting adalah fokus pada kualitas, bukan kuantitasnya.

Dalam menyerap informasi, atau singkatnya belajar sesuatu, salah satu cara yang efektif adalah dengan cara berinteraksi aktif.

Membacapun demikian, bacaan yang dibuat perlu dibuat interaktif, caranya adalah dengan menulis catatan, baik di buku secara langsung atau di buku tulis.

Mencatat adalah salah satu cara agar kita bisa berinteraksi dengan bacaan. Catat hal menarik, hal yang dipikirkan, hal yang ditanyakan, yang dimengerti dan tidak dimengerti.

Setelah mencatat, menuangkan apa yang dibaca kedalam sebuah tulisan, bisa menjadi salah satu cara untuk mengukur, pemahaman terhadap bacaan.

Jika kita bisa menuliskannya dengan bahasa sederhana dan mudah dimengerti oleh orang lain, artinya kita sudah memahami dan menyerap isi buku dan pikiran penulis.

Buku-buku yang sudah pernah dibaca juga kadang-kadang perlu untuk dibaca ulang. Karena sering kali setiap membaca ulang buku, perspektif baru tentang isi buku muncul, dan kadang-kadang tidak terpikirkan sebelumnya.

Terakhir adalah yang terpenting, yaitu meluangkan waktu untuk membaca, dan mulai membaca.
Karena alasan tidak ada waktu untuk membaca, sebenarnya hanya alasan yang dibuat-buat. Sebenarnya itu adalah karena membaca tidak menjadi prioritas saja.