Membaca buku

Hampir semua orang bisa membaca, tapi tidak semua orang bisa membaca buku.
Membaca buku memang sulit, terutama buku teks, literatur referensi.

Pertanyaan terbesar waktu membaca buku adalah, bagaimana cara mengingat seluruh isi buku.
Beberapa orang melakukan highlight, beberapa membuat catatan. Beberapa membuat sejenis flashcard untuk menangkap isi buku.

Sebenarnya buku bukan untuk di ingat. Tapi banyak orang yang masuk dalam jebakan ingin mengingat.

Jargon mengingat apapun yang dibaca sebenarnya hanya ilusi belajar, berlawanan dengan tujuan dari ditulisnya buku.

Membaca buku bukan untuk mengumpulkan informasi. Kalau hanya itu, google lebih bagus.

Membaca buku adalah untuk membuat kita memahami ide penulis, yang akan mentransformasikan cara berpikir kita, dan membuat kita paham ide serta pikiran penulis, seperti itu adalah ide kita sendiri.

Kita seolah-olah menjadi penulis buku, dan buku menjadi bagian dari bagaimana kita memakainya dalam memecahkan masalah, atau dalam hal lain.

Informasi tidak perlu di ingat ketika kita benar-benar memahaminya.

Jika kita memahami suatu topik, maka dengan mudah kita akan mengingatnya.

Sama seperti teknik feynman. menjelaskan sesuatu ke orang lain yang tidak tahu dengan topik tersebut, dengan bahasa yang sederhana.

Dengan membuat pemahaman kita sendiri, kita mengaktifkan fungsi ingatan dalam otak.

Itu perbedaan antara mengambil informasi dan memahami informasi.

Buku seharusnya di pahami, bukan di hafal.

Seseorang yang mengatakan bahwa ia memahami apa yang dipikirkan, tapi tidak bisa mengekspresikannya, biasanya tidak tahu apa yang di pikirkan.

Buku seoalh olah adalah dialog dengan penulis.

Membaca untuk meningkatkan pemahaman kita terhadap sebuah informasi.

Membaca untuk memahami informasi sama dengan tingkatan pemahaman penulis pada topik pengetahuan tertentu.

Tidak perlu menghafal setiap kata yang di katakan penulis.

Hanya karena bisa menghafal isi buku kata demi kata, tidak berarti memahami maksud penulis.

Mengingat tidak sama dengan memahami, tapi memahami kira-kira sama dengan mengingat.

Tidak ada pentingnya menghafal seluruh isi buku, karena biasanya buku tidak hanya berisi satu ide saja. membaca Buku biasanya memunculkan banyak pertanyaan dan permasalahan lebih dari satu.

Topik sebuah buku biasanya sangat lebar, tidak spesifik. Jika menghendaki jawaban sebuah pertaynaan atauo problem yang spesifik, buku adalah tempat yang tidak efisien untuk cari jawaban.

Untuk pertanyaan dan problem yang sepsifik dan tunggal, internet dan AI lebih cepat mencari jawaban.

Membaca buku adalah memberikan kita untuk menangkap atau memahami ide baru, insight atau pemikiran pemikiran baru. Jika tidak membaca buku, kita akan diam di satu tempat. Tidak ada eksposur ke ide-ide baru, pikiran kita hanya akan ada di satu tempat.

Membaca meluaskan cara berpikir, dengan mengetahui pemikrian orang lain, yaitu penulis.

Kalau kita hanya ingin jawaban dari pertanyaan spesifik, tidak perlu menginat setiap isi informasi yang ada di buku. kegunaan buku adalah untuk memahami apa yang di pikirkan dan ditulis oleh penulis, dan memahami dengan pikiran kita sendiri.

Tidak perlu membaca 50 buku dalam satu tahun, cukup baca 1, tapi pahami dengan pikiran sendiri isinya.

Baca 1 buku, dan jadi seolah-olah menjadi buku itu sendiri dalam berbagai aspek.

Tidak perlu mengetahui semua setelah membaca buku teks kuliah atau literatur. Buku harus di cerna dan di pecah menjadi bagian bagian kecil berulang-ulang.