Berpikir probabilistik adalah sebuah kerangka berpikir untuk menganalisa keadaan yang tidak pasti, kemudian membuat keputusan berdasarkan kemungkinan kemungkinan yang terjadi.
Inti dari berpikir probabilistik adalah berpikir dengan pendekatan “mungkin”, bukan “pasti”.
Pemikiran probabilistik, tidak bertanya “apakah hari ini akan hujan ?”, tapi “Menurut pengamatan, kemungkinan hari ini akan hujan”
Pemikiran probablistik melihat segala sesuatu dari sisi probabilitas. Tidak ada kejadian yang 100% terjadi atau 0% tidak terjadi, tapi semua ada di antara 0% – 100%
Jadi dalam kasus hujan, ketika pemikiran non probabilistik mengatan “besok akan hujan”, maka pemikiran probabilistik, akan mengatakan “ada kemungkinan sekitar 70% besok akan hujan”
Berpikir probabilistik, akan memperhitungkan ketidakpastian dan perubahan perubahan yang mungkin terjadi, dalam proses pengambilan keputusan. Termasuk menerima bahwa tidak semua hal bisa dipastikan kejadiannya.
Pemikiran yang lebih kaku, akan digantikan oleh pemikiran yang lebih fleksibel dan dinamis, dengan menerima dan menggunakan informasi-informasi baru, untuk memperbarui analisa dan pengambilan keputusan. Ini nantinya di formalisasi menjadi teori Bayesian.
Secara umum, berpikir secara probabilistik, penting untuk bersiap terhadap situasi atau keadaan yang tidak pasti, dengan mengganti pola pikir kepastian yang kaku, dengan pola pikir yang lebih fleksibel. Sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih bijaksana, dengan terlebih dulu memahami dan menganalisa, bagaimana sesuatu terjadi.
Pola pikir probabilistik, bukan menjadi ahli matematika, atau sekedar tentang matematika, tapi mengembangkan kebiasaan untuk menganalisa sebuah ketidak pastian.