Kendali semu, atau illusion of control adalah bias kognitif dimana seseorang percaya, dirinya bisa mempengaruhi hasil suatu kejadian. Tapi kenyataan sebenarnya adalah kejadian tersebut didominasi oleh kebetulan atau faktor lain yang tidak bisa dikendalikan.
Ketika berhasil melakukan sesuatu, dan berhasil, kita cenderung berpikir sudah menemukan sesuatu yang pasti. Yang luput dari perhatian adalah bahwa ada sesuatu yang tidak terduga dan kesalahan kesalahan yang mungkin tidak terlihat.
Logika sudah tidak lagi berperan, tapi optimisme semu membuat berpikir bahwa keberhasilan satu kali, akan membawa keberhasilan yang lain.
Ketika terjadi kegagalan, kita tidak mau mencari sebab dan mempelajarinya lebih lanjut. Tapi cenderung untuk mencoba hal baru, merasa berhasil, dipraktekan, gagal, kecewa lalu mencoba hal baru lagi. Siklus akan terus berulang.
Siklus ini memberikan ilusi tentang kemajuan yang dicapai, tapi kenyataannya adalah berjalan dalam lingkaran saja.
Otak manusia, secara alami mencari pola berulang walaupun dalam keadaan random. Manusia juga lebih nyaman mengingat keberhasilan daripada kegagalan.
Kemampuan untuk membedakan antara skill dan keberuntungan, sangat diperlukan untuk mengatasi ini.
Menggunakan cara berpikir probabilistik, untuk mencari petunjuk mengenai penjelasan permasalahan yang mengakibatkan kegagalan, bisa dipakai untuk mencari alternatif, dari pada sekedar mencoba tanpa arah.
Ilusi kendali semu, adalah mekanisme bertahan hidup yang dipunyai manusia. Untuk bertahan hidup, manusia berkebutuhan untuk mendapatkan atau merasa mendapatkan kendali atas lingkungannya.
Mekanisme ini membuat manusia merasa tenang dan nyaman, tapi bisa menimbulkan kesalahan penilaian, jika tidak dikenali dan dikendalikan. Memahami bias ini membuat kita berpikir lebih rasional, terutama pada lingkungan yang tidak pasti.