Mengejar Kesempurnaan hanya berujung tidak melakukan apa-apa, tidak menghasilkan apa-apa.
Karena kita hanya menunggu suatu keadaan menjadi ideal untuk memulai.
Sering kali kita terjebak pada ketakuan akan kegagalan, atau ketakutan untuk dinilai oleh orang lain. Bahkan diri kita sendiri salah menilai karya kita sendiri.
Mengejar kesempurnaan hanya berujung pada membuat pekerjaan kita terasa saalah.
Untuk mengatasinya, kita perlu merubah cara berpikir.
Sesuatu yang diselesaikan, jauh lebih baik daripada sesuatu yang sempurna tapi tidak selesai
Tidak ada batas seberapa berantakan sebuah draft tulisan, atau coretan-coretan di atas kertas.
Tidak ada yang melarang untuk membuat sesuatu yang biasa-biasa dulu, lalu perlahan menyempurnakan.
Tulisan yang jelek, bisa di sempurnakan, sedangkan halaman yang kosong, tidak bisa di apa-apakan selain dilihat.
Buat dulu sesuatu, sempurnakan kemudian
Entah itu tulisan atau sketsa yang berantakan, jelek, tidak menarik.
Kalau perlu langsung saja bagikan, upload ke media sosial.
Tidak perlu membuktikan apapun agar orang lain menganggap kita mampu.
Cukup kita merasa bahwa kita bisa memulai hal kecil adalah sebuah pencapaian besar.