Otak manusia, sudah berevolusi dengan baik untuk pengelihatan, bahasa, koordinasi pergerakan dan hubungan sosial. Evolusi ini terjadi selama jutaan tahun dan menjadikan manusia seperti sekarang ini.
Tetapi membaca tulisan dan simbol, adalah hal yang baru. Sistem penulisan simbol dan huruf baru diperkenalkan sekitar 5000 tahun yang lalu.
Walaupun sebelum itu sudah dikenal manuskrip, yaitu dokumen yang ditulis tangan, dan sistem percetakan modern ditemukan pada abad ke 15, tapi keberadaan material literatur, bacaan dan buku masih terbatas pada kalangan tertentu saja.
Literatur, buku dan bacaan baru dikenal luas secara masal baru sekitar 200-300 tahun yang lalu.
Jarak waktu ini terlalu pendek untuk evolusi otak manusia untuk belajar membaca, bagian otak yang digunakan untuk membaca, belum terbangun dengan sempurna.
Manusia berevolusi, melatih bagian otak untuk respon visual audio, motorik, dan kemampuan untuk bahasa. Sedangkan bagian otak untuk membaca relatif belum terlalu berkembang.
Mulai dari pemahaman visual untuk identifikasi huruf, pemahaman bahasa untuk memahami kata dan kalimat, menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah ada, ingatan jangka pendek dan jangka panjang, hingga kemampuan abstraksi untuk membayangkan atau berimajinasi hal-hal yang belum pernah di alami.
Manusia sejak kecil lebih mudah belajar berbicara, berjalan, dan mengenali orang-orang di sekitarnya, tapi perlu waktu bertahun untuk belajar membaca dan menulis.
Membaca adalah proses yang kompleks, banyak bagian otak yang terlibat untuk berkoordinasi. Bagian visual untuk mengenali bentuk huruf, bagian bahasa, koordinasi motorik mata dan kemudian menghubungkan informasi-informasi baru untuk memahami arti tulisan.
Kurangnya koordinasi pada salah satu hal di atas akan menyebabkan proses membaca akan menjadi sulit.
Melatih otak untuk membaca
Latihan mata
Karena visual adalah hal terpenting dalam membaca, maka yang pertama dapat dilatih adalah mata. Kesulitan membaca kebanyakan disebabkan mata terlalu banyak berhenti pada satu titik, dan sempitnya area visual yang ditangkap mata.
Ini bisa dilatih dengan cara menggunakan penunjuk, seperti jari atau tongkat kecil untuk menunjuk tulisan yang akan dibaca.
Mata akan bergerak mengikuti gerakan penunjuk, mengurangi berhenti yang tidak perlu.
Para murid mengaji, sudah lama menggunakan metode ini, dan terbukti bisa memperbaiki gerakan mata.
Berikutnya adalah meningkatkan area visual, yaitu dengan melatih mata untuk fokus pada satu kata, kemudian mencoba untuk mengenali kata di kiri dan kanan kata yang kita baca.
Latihan ini meningkatkan koordinasi gerakan mata.
Mengurangi subvokal
Subvokal adalah ketika kita membaca sambil mengucapkan ulang di pikiran. Ini akan mengurangi kecepatan membaca tapi menghilangkan subvokal akan mengurangi pemahaman.
Triknya adalah mereduksi subvokal untuk bacaan-bacaan mudah dan ringan, seperti iklan, artikel sederhana, bacaan sederhana, tapi tetap menggunakan subvokal untuk bacaan serius, seperti buku, jurnal, artikel kompleks, yang tetap membutuhkan pemahaman mendalam.
Meningkatkan kapasitas memori kerja
Jika memori kerja lemah, maka otak akan segera lupa apa yang sudah dibaca. Memori kerja digunakan untuk memanipulasi informasi sementara waktu, agar dapat digunakan untuk tugas kognitif yang kompleks seperti penalaran, pemahaman, dan pemecahan masalah.
Salah satu hal termudah untuk meningkatkan kapasitas memori kerja, adalah dengan mengetahui tujuan membaca.
Pertanyaan sederhana seperti “Apa yang bisa dipelajari dari bacaan ini ?” atau “Apa isi buku ini ?” akan meningkatkan memori kerja dalam waktu singkat.
Membaca satu paragraf, kemudian membuat ringkasan dalam satu kalimat, juga efektif untuk meningkatkan kapasitas.
Membangun kemampuan prediksi
Pembaca berpengalaman, tidak membaca cepat karena kecepatan mata, tapi karena otak mereka sudah mampu memprediksi kata atau kalimat berikutnya.
Kemampuan ini dapat dilatih dengan banyak membaca, berbagai topik dan gaya tulisan.
Kemampuan memprediksi sangat penting untuk membaca cepat tanpa kehilangan pemahaman bacaan.
Memperbaiki kontrol perhatian
Kebanyakan penghambat dalam membaca adalah terpecahnya perhatian. Otak kita tidak di desain untuk fokus pada satu tugas tertentu dalam waktu yang lama. Membaca sangat perlu fokus dan perhatian pada satu hal.
Untuk meningkatkan kontrol terhadap perhatian kita bisa melatih dengan menghilangkan gangguan dari luar, seperti notifikasi hp, email, suara yang ramai dan lain lain.
Ini bisa dilakukan dengan menghindari sumber gangguan. Menggunakan teknik pomodoro, mematikan hp, memilih tempat yang sepi, sangat membantu.
Memilih mode membaca yang tepat
Kita bisa memilih kecepatan membaca untuk berbagai keperluan yang berbeda.
Jika sekedar membaca berita ringan, atau mencari ide, bisa digunakan teknik skimming dengan kecepatan 400-500 kata permenut, tidak semua perlu dibaca, cukup mencari hal yang penting saja.
Untuk membaca buku bacaan, non fiksi, atau mencari informasi detail, bisa menggunakan kecepatan normal, sekitar 200-300 kata permenit
Untuk bacaan kompleks, jurnal ilmiah, literatur, perlu membaca lebih dalam, dengan kecepatan baca 100-200 kata permenit.
Latihan-latihan diatas akan meningkatkan kemampuan baca secara efektif, dengan pemahaman lebih baik dan lebih fokus.