Kita mungkin bisa meraba kemana arah masa depan peradaban manusia akan berjalan, dari visi sebuah perusahaan besar. Visi tersebut digambarkan dari investasi yang dilakukan mereka ke bidang-bidang usaha.
Google secara diam-diam sedang membangun monopoli untuk masa depan. Dengan berinvestasi pada perusahaan-perusahaan yang dianggap mereka memegang kunci peradaban manusia.
Tahun 2015, Google melalui Alphabet, berinvestasi pada SpaceX, saat itu Starlink masih hanya sekedar konsep, dan Space X belum punya sumber penghasilan apapun.
Selain itu, Google juga berinvestasi pada AST SpaceMobile, sebuah perusahaan seperti telepon selular, seperti Telkomsel, XL, IM3, hanya saja mereka menggantikan BTS, atau tower-towernya dengan satelit.
Dari ini sudah jelas, bahwa nantinya visi Google tentang telekomunikasi sudah bergeser dari terestrial menjadi ekstra terestrial.
Nantinya, sudah tidak ada lagi blank spot, internet dan telekomunikasi bisa dilakukan dimanapun.
Selain satelit komunikasi, Google juga melakukan investasi di berbagai perusahaan kesehatan. Investasinya tidak main-main. Tercatat lebih dari 200 perusahaan kesehatan dimiliki Google dalam portfolio investasi mereka.
Kesehatan atau healthcare adalah sebuah bisnis yang sangat unik, rumit dan kompleks. Google berniat menjadi penguasa sektor ini. Google mempunyai visi tentang bisnis kesehatan berbasis AI.
Menggabungkan infrastruktur dan kekuatan komputasi yang dimiliki Google dengan berbagai perusahaan kesehatan, membuat visi Google dalam bidang kesehatan semakin jelas.
Google punya uang, teknologi data dan AI yang sangat kuat dan masif, tapi tidak punya pengalaman dalam bidang kesehatan. Investasi pada berbagai perusahaan kesehatan merupakan langkah mudah untuk menutup celah ini, untuk mewujudkan ambisi mereka sebagai next-generation healthcare dan mendisrupsi dunia teknologi.
Sekarang ini Google bukan sekedar mesin pencari AI, cloud dan internet, tapi berinvestasi pada tahapan berikutnya peradaban manusia berjalan