Ada konsensus, atau slogan, atau apapun bahasanya, yang mengatakan bahwa jika ingin sukses dalam hidup, maka cari dan lakukan sesuatu yang kita cintai atau sukai.
Kalau menurut saya, itu sebenarnya adalah cara untuk mengatakan, bahwa kita perlu mencari peran kita dalam hidup.
Yang perlu kita lakukan adalah menemukan peran yang cocok. Salah satu yang paling gampang caranya adalah dengan melakukan sesuatu yang kita sukai.
Menemukan peran yang cocok, memang tidak menjamin kita sukses dalam hidup, setidaknya ukuran sukses adalah dari kacamata orang lain. Karena standar sukses sangat subjektif.
Seorang pangeran dari Yogyakarta meninggalkan semua gelar bangsawan dan kekayaan, memilih hidup sederhana menjalani peran sebagai petani sederhana, filsuf dan guru.
Seorang gitaris terkenal, memilih menjalani peran sebagai pendakwah spiritual, meninggalkan ketenaran dan hidup tenang jauh dari hingar bingar duniawi.
Bagi beberapa orang, mereka dianggap tidak sukses secara materi dan ketenaran, tapi untuk dirinya dan beberapa orang lain, mereka adalah figur kesuksesan yang bisa menjadi contoh, karena sudah berani untuk menemukan peran yang cocok untuk diri mereka sendiri
Proses mencari peran adalah sebuah perjalanan yang sangat personal, dalam perjalanannya, banyak cara untuk mencari dan banyak cara tidak terduga untuk menemukannya.
Kita bisa mulai dengan mencari dengan refleksi pada diri sendiri, tentang hobi, tentang apa yang kita lakukan dengan sangat serius, tentang sesuatu yang membuat kita merasa hidup.
Mungkin kita suka bermain mobil-mobilan, membuat rumah-rumahan dari pasir, bermain gitar, atau apapun.
Pencarian bisa dimulai dari hal-hal kecil sederhana seperti menyirami tanaman, membuat kopi, memperbaiki kerusakan alat-alat rumah, sesuatu besar sering muncul dari hal-hal kecil. Bahkan sekedar berbuat baik kepada orang lain, adalah sebuah awal pencarian.
Yang perlu dilakukan adalah memperhatikan reaksi tubuh kita. Bagaimana kita merasa senang, bersemangat, berempati, lonjakan-lonjakan emosi, atau mungkin rasa penasaran yang selalu muncul ketika sedang melakukan sesuatu dalam keseharian.
Kita bisa mencoba melakukan ekplorasi lebih dalam tentang reaksi yang muncul, dengan melakukan secara nyata.
Mungkin sekedar mengambil kursus singkat, bergabung dengan sebuah band, bergabung dengan komunitas sosial, kelompok diskusi, kelompok baca atau membuat sebuah proyek hobi kecil.
Membuat proyek, tampil di panggung, berdiskusi, sekedar berinteraksi dengan orang-orang memiliki ketertarikan serupa, merupakan bagian dari pencarian yang tidak bisa dilewatkan begitu saja.
Kita akan menemukan ketertarikan tentang sesuatu, tanpa perlu terburu-buru untuk mendapatkan jawaban tepat, tentang apa yang kita cari.
Dari situ, mungkin kita bisa menemukan keseimbangan antara apa yang kita sukai, dan apa yang kita butuhkan.
Proses proses seperti itu, akan membuat kita mampu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, dan menemukan cara untuk mengatasi masalah yang terjadi.
Kita akan menemukan hal-hal terbaik yang bisa kita lakukan, dan ini akan ditentukan oleh relasi kita dengan lingkungan sosial disekitar kita.
Kalau sudah menemukan hal terbaik itu, yang perlu adalah melakukannya dengan berbagai macam persiapan yang diperlukan.
Hal yang perlu dipahami adalah, bahwa peran kita bisa saja berubah sejalan dengan perubahan perubahan yang terjadi, dan tidak ada sebuah peran besar tunggal yang bisa kita lakukan.
Semua peran adalah kombinasi dari beberapa hal. Menjadi ayah, ibu, sekaligus seorang guru, teknisi, gitaris, artis, atau seorang dokter sekaligus manajer, mungkin programmer.
Saya kenal seorang chef di hotel berbintang, yang juga seorang mekanik mobil off road hebat. Atau seorang kenalan saya yang lain, seorang dokter medis, tapi yang saya tahu dia adalah programmer yang membuat sendiri sistem informasi manajemen rumah sakit.
Jadi memang tidak perlu bagi kita untuk menutup diri terhadap peran-peran lain yang mungkin muncul.
Peran kita di umur 20 tahun bisa jadi berbeda ketika sudah berumur 40 tahun, dan itu tidak ada masalah.
Dan peran-peran tersebut sangat unik, sangat personal, sangat pribadi, tidak sama antara satu dengan yang lain. Media sosial sering kali menggoda untuk membandingkan. Sering kali hanya menunjukan kesuksesan atau akhir perjalanan orang lain. Dan kita sering kali tergoda untuk ikut merayakan keberhasilan orang lain.
Media sosial biasanya tidak menunjukan perjalanan seseorang untuk sampai di titik itu, dan dibuat untuk mendapatkan pengakuan, ucapan selamat, konfirmasi dan lain sebagainya.
Peran yang kita lakukan tidak harus menjadi objek perbandingan, atau mendapatkan pengakuan, yang paling penting adalah yang paling cocok dengan diri kita sendiri.
Pencarian peran adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan akhir, dan adalah sebuah proses eksplorasi, bukan pencarian satu jawaban.
Kesabaran adalah hal yang paling utama dalam menjalani proses ini.
Peran kita akan semakin terlihat ketika kita secara terbuka menerima peran kita dan menjalaninya dengan baik.