Resiko dan ketidakpastian adalah dua hal yang berkaitan satu sama lain. Keduanya terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Dua hal ini sering salah dipahami, banyak orang yang memperlakukan ketidakpastian seperti sebuah resiko, dan berakhir pada sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan.
Resiko adalah kemungkinan sesuatu yang tidak di inginkan akan terjadi. Resiko adalah efek dari ketidakpastian suatu objektif.
Efek ini bisa positif atau negatif. Efek positif disebut juga kesempatan atau opurtiniti, sedangkan negatif disebut juga ancaman atau threat
Ketidak pastian adalah keadaan dimana kita memiliki pengetahuan yang terbatas atau tidak mengetahui apa yang terjadi sekarang dan atau masa depan.
Memahami dua sisi resiko dan ketidakpastian mungkin bisa merubah cara kita mengambil keputusan dalam hidup.
Ketidakpastian terjadi ketika kita tidak bisa mengetahui hasil suatu kejadian atau rencana. Ini di akibatkan oleh keterbatasan pengetahuan.
Contohnya ketika hari cerah, tiba-tiba langit gelap dan turun hujan, sehingga kita tidak jadi pergi.
Resiko muncul ketika kita bisa memperhitungkan apa yang akan terjadi, dan bersiap untuk mengatur efek yang terjadi, berdasarkan pengalaman atau data di masa lalu.
Contohnya ketika hari hujan, kita bisa meminimalkan efek hujan dengan membawa payung.
Untuk menghadapi ketidakpastian, kita perlu menerima apapun yg terjadi, dan beradaptasi. Sedang untuk menghadapi resiko, kita perlu mendapatkan informasi sebanyak banyaknya, memperhitungkan kemungkinan kejadian dengan cermat, dan tetap bersiap, bahwa perhitungan yang cermat sekalipun bisa meleset.
Untuk bertahan hidup, kita perlu melakukan manajemen resiko dengan baik, dan beradaptasi atas ketidak pastian.
Seni menjalani hidup adalah mengatur resiko dan menerima ketidak pastian dengan pikiran terbuka.
Manajemen resiko memberikan stabilitas dan keamanan, sedangkan menerima ketidak pastian memberikan pengalaman hidup, rasa petualangan, mencoba hal baru.
Contoh :
Mempersiapkan dana darurat untuk kesehatan (manajemen resiko) tapi tetap menyadari dan menerima bahwa hidup dan mati tidak ada yang mengetahui (menerima ketidak pastian)
Memilih pasangan dengan cermat, memperhatikan bibit bebet bobot, adalah mengatur resiko dengan melakukan asesmen tapi menerima bahwa jodoh tidak bisa di tentukan (ketidak pastian)
Mengambil pendidikan dan skill sampai tingkat tertinggi adalah mitigasi resiko, tapi menerima bahwa pekerjaan dan karir tidak hanya bergantung pada tingakt pendidikan adalah bentuk keterbukaan pada ketidakpastian
Hidup berada didalam ketidakpastian. Mengetahui manajemen resiko meminimalkan efek ketidakpastian. Tapi bagaimanapun juga, ada beberapa hal yang kita tidak punya kuasa untuk menentukan, seberapapun kita bersiap terhadap resiko.
Hal terbaik yang bisa dilakukan bukan dengan menghilangkan semua resiko, dan menyelesaikan semua ketidakpastian, tapi dengan mengetahui perbedaan dan berani mennjalani hidup dalan ketidak pastian.