Tentang baca buku lagi

Bisa membaca dan bisa membaca buku, adalah hal yang berbeda. Banyak orang bisa membaca, tapi tidak semua orang bisa membaca buku.

Salah satu penyebabnya adalah jebakan untuk mengingat isi buku. Tapi justru sebenarnya buku bukan untuk diingat.

Mengingat buku, sebenarnya berlawanan dari tujuan sebuah buku ditulis.

Membaca buku, bukan untuk mengumpulkan informasi, tapi memahami ide penulis, dan mentransformasikan cara berpikir kita, sesuai interpretasi atau pemahaman kita terhadap ide dan pikiran penulis.

Seolah-olah kita menjadi penulisnya, dan menggunakan buku sebagai bagian untuk memecahkan masalah.

Kalau hanya sekedar mengumpulkan informasi, Google, Bing, ChatGPT, dan lain sebagainya jauh lebih bagus dari kita. Tapi bagaimana kita memahami informasi itu adalah hal terpenting dari membaca buku.

Jika kita memahami sesuatu, maka tidak perlu lagi berusaha mengingat. Karena memahami sesuatu akan mengaktifkan fungsi ingatan di dalam otak.

Biasanya jika sudah memahami, maka kita bisa menjelaskan kepada orang lain dengan bahasa yang mudah dimengerti.

Itu adalah perbedaan utama mengambil informasi dan memahami informasi.

Sebuah buku, seharusnya dipahami, bukan di hafal.

Hanya karena menghafal kata demi kata pada sebuah buku, tidak berarti memahami maksud dan pemikiran penulis.

Tidak ada pentingnya menghafal seluruh isi buku, karena biasanya dalam satu buku tidak hanya berisi satu ide saja.

Topik pada sebuah buku, biasanya sangat luas, tidak spesifik. Membaca sebuah buku, biasanya akan memunculkan banyak sekali pertanyaan dan permasalahan. Dan ini akan memperluas cara berpikir kita.

Membaca buku, membuat kita bisa menangkap dan memahami ide baru, kebijaksanaan baru, atau pemikiran pemikiran baru.

Membaca buku akan membantu kita meluaskan cara berpikir dengan mengetahui pemikiran orang lain, yaitu penulis buku, dan memahami dengan pikiran kita sendiri.

“If you want new ideas, read old books” — Ivan Pavlov